Pemecatan Sensasional Claudio Ranieri Tidak Dapat Menyembuhkan Yang Sedang Melanda Leicester City


Gol telat Jamie Vardy melawan Sevilla pada hari Rabu tampaknya telah memberikan harapan untuk Leicester City di Liga Champion, tetapi jelas tidaklah cukup. Defisit 2-1 tidak dapat diatasi di leg kedua tetapi hanya gol tandang itulah yang merupakan hal bagus selama tahun ini, dan Kamis malam didatang berita bahwa Claudio Ranieri telah dipecat, sasaran kambing hitam yang empuk untuk penyakit klub.

disponsori oleh Fun88

Selalu akan ada semacam penyesuaian setelah memenangi gelar liga musim lalu yang sangat tak diduga, tetapi hanya beberapa yang menyangka akan sesulit ini. Pada hari Selasa Leicester akan menjadi tuan rumah melawan Liverpool. Pada saat itu mereka bisa terjatuh pada posisi dibawah di tabel Premier League.

Sebagian besar babak pertama musim ini, segalanya tampak tidak akan menjadi terlalu parah. Leicester nongol pada posisi tabel bawah-tengah dan beberapa pemain baru tampaknya telah diselesaikan, namun forma Liga Champion mereka bagus, mengamankan keberlangsungan sebagai juara grup sebelum kekalahan 5-0 dari Porto di akhir pertandingan. Namun sejak pergantian tahun, kondisinya telah berubah drastis menjadi buruk. Mereka telah kalah lima pertandingan liga berturut-turut dan belum mencetak gol dalam enam pertandingan, bergeser ke posisi keempat dari bawah. Baik dengan Hull dan Swansea mulai membangkit kembali, degradasi telah menjadi hal yang memungkinkan.

Tak bisa di-elakan, Ranieri telah menemukan dirinya di bawah tekanan. Ini hanyalah hal sebagaimananya di sepakbola modern. Tidak peduli bahwa musim lalu ia menjadi juara liga kejutan dalam sejarah Inggris. Begitu hasil menjadi buruk hanya ada satu respon, dan itu adalah untuk memecat manajer. Gelar Premier League tidak membelikan waktu selayaknya dahulu kala: Ranieri mengikut Jose Mourinho dipecat sebelum akhir musim berikutnya. Dan yang sebelumnya lagi, Manuel Pellegrini, mengumumkan pertengahan musim ia telah berkesimpulan untuk meninggalkan pada akhirnya, dan satu lagi sebelumnya, Sir Alex Ferguson, langsung pensiun. Satu sebelum itu, Roberto Mancini, digulingkan setelah kalah final Piala musim berikutnya.

Ada banyak alasan untuk menurun-nya Leicester, dimana sebagian besar datang dari kemunduran keinginan. Dalam 101 pertandingan liga sejak kembalinya klub ke papan atas, telah terambil 143 poin. Yang lebih dari harapan realistis pada hari pembukaan 2014-15. Rata-rata 1,4 poin per pertandingan lebih dari cukup untuk membuat klub aman dari zona degradasi, yang dapat menjadi ambisi sangat realistis. Tapi apa yang tidak dijelaskan dengan madya adalah distribusi poin, 103 dari mereka datang hanya dalam 47 pertandingan: sembilan pertandingan pada bulan April dan Mei 2015 di bawah Nigel Pearson yang memberikan Leicester bertahan dari degradasi dan berikutnya 38, di bawah Ranieri, di mana kejuaraan dimenangkan.

Apakah Ranieri dalang eksentrik yang merencanakan kemenangan itu? Apakah ia badut malang yang tidak dapat menghentikan penurunan musim ini? Jika dia adalah yang kedua maka dari itu logikanya dia juga seperti yang pertama ditanyakan, kecuali kita mempercayai bahwa masalahnya adalah erosi pengaruh Pearson. Dan jika ia hanyalah seperti yang pertama, maka ini menyiaratkan hanya masalah waktu bagi dia untuk menghentikan penurunan. Atau mungkin sosok manajer hampir tidak relevan, hasil hanya terjadi sebegitunya, dan dia adalah sosok kail berguna untuk menggantung rasionalisasi pasca-hal dari apa yang telah terjadi? Yang juga menjadi argumen yang hampir tidak mungkin untuk memecatnya.

Mungkin ada peningkatan jangka pendek dari pemecatan Ranieri, tapi sampai kapan? Apakah ada seorang manajer yang lebih baik sedang menunggu? Yang, katakanlah, memenangkan liga dengan kelompok pemain yang sama dari musim lalu?

Ada pembicaraan tentang kerusuhan di skuad, tapi kemudian hal ini selalu terjadi ketika hasil sedang buruk. Ranieri dikritik karena terlalu setia pada pemain inti yang sama, tetapi baru saja musim lalu kapasitasnya untuk tetap memilih pemain yang sama dianggap sebagai salah satu kekuatannya. Tidaklah sulit untuk menentukan apa yang salah: N'golo Kante telah terjual dan seperti akan memenangkan liga lagi musim ini dengan Chelsea sementara setengah lusin pemain yang bersamaan memproduksi musim terbaik dari karir mereka, memakan kepercayaan diri satu sama lain, telah dikembalikan menjadi sosok lama sebagian besar karir mereka: berjuang pada liga bawah, dan mereka sekarang diseret oleh keraguan masing-masing.

Vardy telah berhenti mencetak gol, hanya lima musim ini, dibandingkan 24 musim lalu, dan tiga dari gol itu datang pada satu pertandingan ketika melawan Manchester City. Riyad Mahrez hanya memiliki tiga gol musim ini dibandingkan dengan 17 musim lalu. Para bek telah mempelajari mereka tetapi mereka belum cukup baik untuk beradaptasi.

Dua bek tengah, Wes Morgan dan terutama Robert Huth, telah memiliki musim yang busuk, terlihat lambat dan mengganggu. Danny Drinkwater bukan pemain yang sama tanpa Kante di sampingnya. Hanya kiper Kasper Schmeichel dan, mungkin, Christian Fuchs, yang telah bermain pada performa musim lalu. Apakah itu benar-benar kesalahan Ranieri?

Mungkin pergantian dia akan menghentikan keterpurukan, mungkin itu akan mengejutkan tim menjadi reaksi yang akan menggiring mereka jauh dari zona degradasi. Tapi itu bisa menjadi hanya untuk langkah jangka pendek, dan bahayanya adalah dikemudian Leicester akan terjebak dalam putaran yang sama dimana manajer dipecat setelah musim yang telah merusak Sunderland. Untuk singkatnya, musim lalu sangatlah menakjubkan tidak ada yang dapat menebak dan sekarang ini mungkin adalah kemampuan kelompok pemain. Menyingkirkan Ranieri tidak dapat mengubah itu.

POST UTAMA

KATEGORI

POST TERBARU

ARSIP

CARI DARI TAG

IKUTI KAMI

  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square

 Fun88 Situs Taruhan Judi Bola Sportsbook & Casino

Selamat datang di Situs Taruhan Online Terbesar di Asia Tenggara. Menjadi satu-satunya situs yang mensponsori tim elit di Liga Premier Inggris dan Indonesia seperti Newcastle United dan Tottenham Hotspur. 


Dapatkan hiburan dan kemenangan tanpa batas di seluruh permainan taruhan bola, Basket, bulu tangkis serta olahraga lainnya di Fun88 Sportsbook. Slot game terlengkap dan Casino terbaik di seluruh indonesia. Dan tidak lupa Texas Poker Online uang asli, dominoqq, ceme dan masih banyak lagi permainan game online menanti anda.


Mari daftar sekarang juga dan coba peruntungan anda tanpa resiko dengan freebet member baru. Hubungi Livechat kami sekarang juga melalui link alternatif fun88.

007 803 321 8137 (toll free)

  • facebook
  • instagram

©2017 by FUN88.ID